Sunday, 9 October 2016

RUANG LINGKUP FARMASI



RUANG LINGKUP FARMASI

1. Bidang Industri
Farmasis di industri farmasi terlibat pula dalam fungsi pemasaran produk, riset dan pengembangan produk, pengendalian kualitas, produksi dan administrasi atau manajemen. Fungsi perwakilan pelayanan medis (medical service representative) atau ”detailman” yang bertugas dan langsung berhubungan dengan Dokter dan Apoteker untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan industri farmasi mungkin juga dijabat seorang Farmasis atau tenaga ahli lain. Namun paling ideal apabila fungsi itu dipegang seorang Farmasis karena latar belakang pengetahuannya. Saat ini memang tidak banyak Farmasis yang mengisi jabatan ini karena jumlahnya belum mencukupi, dan lebih dibutuhkan di tempat pengabdian profesi yang lain. Peningkatan karir jabatan ini dapat mencapai tingkat supervisor dalam pemasaran produk, dan direktur pemasaran produk dalam organisasi industri farmasi. Pada unit produksi dan pengendalian kualitas (quality control) industri dipersyaratkan seorang Apoteker. Untuk bidang riset dan pengembangan (R & D = Research and Development) biasanya diperlukan lulusan pendidikan pascasarjana, meskipun bukan merupakan persyaratan.

2. Bidang klinis/rumah sakit
Farmasi Rumah Sakit ialah pekerjaan kefarmasiaan yang dilakukan di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Fungsi kefarmasian ini yang sudah sangat berkembang di negara maju, juga sudah mulai dirintis di Indonesia dengan pembukaan program spesialisasi Farmasi Rumah Sakit. Jumlah kebutuhan Farmasis di rumah sakit di masa depan akan semakin meningkat karena 3 hal :
·         Meningkatnya kebutuhan untuk perawatan yang lebih baik di rumah sakit.
·         Fungsi dan peranan Farmasis Rumah Sakit akan lebih meningkat dalam berbagai aspek mengenai penggunaan dan pemantauan obat.
·         Faktor pertambahan penduduk.

3. Bidang Pemerintahan
Departemen Kesehatan adalah instansi pemerintah yang paling banyak menyerap tenaga Farmasis, terutama Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Minuman (DitJen POM) dan jajaran Pusat Pemeriksaan Obat (PPOM) dan Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (Balai POM) di daerah. Demikian pula Bidang Pengendalian Farmasi dan Makanan pada setiap Kantor Wilayah Departemen Kesehatan (sekarang dihapus, hanya ada Dinas Kesehatan Propinsi) dan jajaran Dinas Kesehatan sampai ke Daerah Tingkat II dan Gudang Farmasi. Fungsi utama Farmasis pada instansi pemerintah ialah administrastif, pemeriksaan, bimbingan dan pengendalian. Sejak tahun 2001, telah terjadi perubahan struktur, Direktorat Jendral POM tidak lagi bernaung di bawah Departemen Kesehatan, tetapi menjadi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Demikian pula struktur Balai (besar, kecil) POM di daerah tingkat I yang langsung berada di bawah Badan POM, tidak berada di dalam Dinas Kesehatan Propinsi.
Departemen HANKAM juga memerlukan Farmasis yang terutama berfungsi pada bagian logistik dan penyaluran obat dan alat kesehatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merekrut Farmasis untuk jabatan dosen di perguruan tinggi. Sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka fungsi seorang Farmasis ialah dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Persyaratan untuk diterima menjadi dosen akan ditingkatkan menjadi lulusan Pascasarjana, atau mempunyai Sertifikat Mengajar Program PEKERTI/AA (Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional/Applied Approach), yaitu program penataran dosen dalam aktivitas instruksional atau proses belajar mengajar.
Sebagai tenaga kesehatan, seorang Farmasis atau Apoteker diwajibkan untuk mengabdi pada negara selama 3 tahun setelah lulus ujian Apoteker sebelum dapat berpraktek swasta perorangan. Wajib kerja sarjana ini dikenal sebagai Masa Bakti Apoteker (MBA) yang dapat dilaksanakan pada instansi pemerintah seperti tersebut di atas atau penugasan khusus dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan sebagai wakil Menteri Kesehatan di daerah. Dengan dihapuskannya Kantor Wilayah, tugas ini diambil alih Kepala Dinas Kesehatan Propinsi.

4. Bidang pengawasan obat dan makanan
Farmasi adalah dunia yang mempelajari tentang berbagai obat, baik obat tradisional, obat herbal, obat modern yang di dapat dari bahan yang berasal dari tumbuhan maupun zat kimia. Di bidang farmasi ini para ahli mempelajari, meneliti, dan mengetahui baik buruknya makanan atau obat.

5. Bidang Penanganan dan pengawasan narkotika dan psikotropika
Penyerahan narkotika hanya dapat dilakukan oleh apotek, rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan dan dokter. Apotek hanya dapat menyerahkan narkotika kepada rumah sakit, puskesmas, apotek lainnya, balai pengobatan, dokter dan pasien. Rumah sakit, apotek, puskesmas, dan balai pengobatan hanya dapat menyerahkan narkotika kepada pasien berdasarkan resep dokter. Penyerahan narkotika oleh dokter hanya dapat dilaksanakan dalam hal:
·         menjalankan praktek dokter dan diberikan melalui suntikan.
·         menolong orang sakit dalam keadaan darurat melalui suntikan, atau
·         menjalankan tugas didaerah terpencil yang tidak ada apotek.

6. Bidang Komunitas
Farmasis atau Apoteker memberikan kesan umum bahwa tempat kerja seorang farmasi hanyalah di Apotik, yaitu salah satu tempat pengabdian profesi seorang Apoteker. Seorang Farmasis di Apotik langsung berhadapan dengan masyarakat sehingga fungsi tersebut dikelompokkan dalam Farmasi Masyarakat (Community Pharmacy). Fungsi Farmasis Masyarakat di Apotik merupakan kombinasi seorang profesional dan wiraswastawan. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 25/80 tentang Apotik, bahwa Apotik adalah tempat pengabdian profesi seorang Apoteker, maka makin besar harapan yang diberikan pemerintah kepada para Farmasis, baik dari segi jumlah tenaga farmasi maupun dari segi kemampuan profesionalnya.

7. Bidang Akademik
Sesuai dengan tugas tridarma perguruan tinggi, farmasis yang bekerja di lembaga pendidikan tinggi dituntut juga dapat melakukan penelitian bidang farmasi. Lembaga penelitian pemerintah dimana farmasis eksis didalamnya seperti LIPI, BATAN, dll. Penelitian yang dikerjakan oleh lembaga swasta khusus dibidang obat-obatan masih sangat kurang. Belakangan ini telah tejadi peningkatan perhatian dari lembaga industri dalam melakukan penelitian, khususnya penelitian pengembangan tanaman obat menjadi produk sediaan obat. Hal ini ditunjukkan mulai banyak dikenal produk fitofarmaka yang beredar dimasyarakat. Hasil penelitian ini juga merupakan kerjasama antara Lembaga Pendidikan Tinggi Farmasi dan Industri Farmasi.

NINE STAR PHARMACHIST



NINE STAR PHARMACHIST

1.    Care-Giver
Seorang Farmasi/apoteker merupakan profesional kesehatan pemberi pelayanan kefarmasian kepada pasien, berinteraksi secara langsung, meliputi pelayanan klinik, analitik, tehnik, sesuai dengan peraturan yang berlaku ( PP No 51 Tahun 2009 ), misalnya peracikan obat, memberi konseling, konsultasi, monitoring, visite, dll.

2.  Decision-Maker
Seorang Farmasi/apoteker merupakan seorang yang mampu menetapkan/ menentukan keputusan terkait pekerjaan kefarmasian, misalnya memutuskan dispensing, penggantian jenis sediaan, penyesuaian dosis, yang bertujuan agar pengobatan lebih aman, efektif dan rasional.

3.    Communicator
Seorang Farmasi/apoteker harus mempunyai keterampilan berkomunikasi yang baik, sehingga pelayanan kefarmasian dan interaksi antar tenaga kesehatan berjalan dengan baik, misalnya konseling dan konsultasi obat kepada pasien, melakukan visite ke bangsal/ruang perawatan pasien.

4.    Manager
Seorang Farmasi/apoteker merupakan seorang pengelola dalam berbagai aspek kefarmasian, sehingga kemampuan ini harus ditunjang kemampuan manajemen yang baik, contoh pengelola obat (seperti Pedagang Besar Farmasi/PBF), seorang manager Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), Manajer Produksi, dan lain lain.

5.    Leader
Seorang Farmasi/apoteker harus mampu menjadi pemimpin dalam memastikan terapi berjalan dengan aman, efektif dan rasional, misalnya sebagai direktur industri farmasi (GM), direktur marketing, dan sebagainya.

6.    Life-Long Learner
Seorang Farmasi/apoteker harus memiliki semangat belajar sepanjang waktu, karena informasi/ilmu kesehatan terutama farmasi (obat, penyakit dan terapi) berkembang dengan pesat, sehingga kita perlu meng-update pengetahuan dan kemampuan.

7. Teacher
Seorang Farmasi/apoteker dituntut juga dalam mendidik generasi selanjutnya, baik secara real menjadi guru maupun dosen, ataupun sebagai seorang farmasi yang mendidik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya yang membutuhkan informasi.

8. Research
Seorang Farmasi/apoteker merupakan seorang peneliti terutama dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan yang lebih baik, disamping itu farmasi juga bisa meneliti aspek lainnya misal data konsumsi obat, kerasionalan obat, pengembangan formula, penemuan sediaan baru (obat, alat kesehatan, dan kosmetik).

9. Entrepreneur
Seorang Farmasi/apoteker diharapkan terjun menjadi wirausaha dalam mengembangkan kemandirian serta membantu mensejahterakan masyarakat, misalnya dengan mendirikan perusahaan obat, kosmetik, makanan, minuman, alat kesehatan, dan sebagainya, baik skala kecil maupun skala besar

Monday, 18 April 2016

Kata aden

Ini cerita tentang si aden
Aden bukan ank orang kaya
Aden terbatas dengan segala sesuatu
Aden sadar, aden harus bersabat dan menahan.
Karena untuk mudah menerima diantara kehidupan mewah teman aden.
Aden harus gigih.
Aden tak bisa diam, karena
Jika aden diam aden hanya akan menjadi tambah lemah
Karena aden hanya akan merasa kurang
Tak berada tak berdaya
Jika aden merasa kemampuan aden cukup, aden juga harus mempertimbangkan keuangan aden.
Aden tak bisa memaksa.
Karena bagaimana pun aden terhambat akan itu.
Walau cita cita yang aden harapkan sudah aden jalankan dengan usaha,
Lagi lagi aden tetap harus memikirkan kondisi yg sesuai untuk aden
Karena sekali lagi aden tak berada.
Aden bukan dari seseorang yang berkuasa.
Aden manusia biasa, yang lemah akan harta.
Jadi kedepan kata aden, aden harus tetap berjuang, mungkin usaha aden lebih dari teman aden yang sudah berada, jika aden mau makan enak hidup enak dan segala bisa. Hingga pendidikan yg aden jalankan aden harus memikirkan dana selain kemampuan aden.
Aden pasti bsa. Aden harus bisa membahgiakan orang orang sekitar aden. Jika aden ingin semua hidup berkecukuoan seperti yg aden inginkan layaknya teman teman aden.
Setidakny hidup aden sekarang sudah jauh lbh baik kalo dari orang yang tidak bisa makan. Karena hari ini aden makan enak. Tp itulaa kekurangan aden. Aden dkelilingi orang2 yang berada sehingga aden sering merasa iri dan seakan lemah. Aden terlalu minder untuk menerima. Seharusnya aden bsa memotivasi diri aden. Karena aden sudah beruntung. Tp aden memang harus jauh berusaha untuk bsa hidup layaknya teman yang aden citakan. Tp aden jgan lupa untuk melihat kbwah yg jauh lbh kurang dri aden. Iya kan den?

posted from Bloggeroid

Saturday, 27 February 2016

Ketika itu, lagi sakit

Kamu harus SEMBUH
Karena belajar dari lingkunganmu
Ketika kamu sakit, mereka hanya akan menyalahkanmu
Bukan merawatmu.

posted from Bloggeroid

Monday, 14 December 2015

Mengenang

Waktu, dimana kita memulai membuka diri.
Kepada dunia yang sejak dulu kita kenal.
Dunia, dimana kita dpertmukan, berkumpul, dan tertwa bersma.
Waktu, dimna kita saling berbicara, berhadapan, dan menatap satu sama lain
Dalam suatu ruang rutinitas yg sma.
Sampai pada akhirny kita bisa, mulai saling mngerti.
Ditempat ini.. smua trcipta dengan sekejap.
Seperti teks proklamasi, yg dtulis dalam semalam, yg dimna kemudian akan mnjadi sangat berrti.
Dan... akan trus kita kenang seumur hidup.
Detik dan menit tak pernah berhenti, mengejar kita, kita yg masih nyaman
Dan terlena, oleh indahny masa kuliah kita.
Belum sadar bhwa perpisahan sudah melambai diujung jalan.
Malam ini, akan menjadi saksi
Bukan hanya untuk skedar dtng
Atau tinggal sejenak dan melupakan.
Tetapi untuk diabadikan dalam memori,
Selamanya....

posted from Bloggeroid

Monday, 16 November 2015

Ya salam,
Segala usha udh ditingkatkan. Permudah lg ya allah. Ridhoi lg stiap lngkah ini. Hindarkan dri sgala pkiran yg mngacau. Dri org yg trus akan mngusik dan mnjtuhkan.
Hlngkan sgala beban yg dtng.
Mudahkan. Lancarkan. Dan smoga dengan tujuan yg ikhlas mndapatkan hsil yg dimudahkan pula.
Bimbing stiap langkah. Dengan membwa ksabaran. Smoga mnjdi berkah untuk ttap diperthankan.
Smua perjuangan ini tidak sia sia.
Smoga rahmatMu trus mnyrtai. Dengan sgala doa aku pnjatkan. Dengan sgala usha aku cba lakukan. Dan dengan sgala kpsrahan menanti sbuah kmenangan. Amin

posted from Bloggeroid

Thursday, 5 March 2015

Selow

Tuhan,
Ajarkan agar  tetap bersabar
Betapa besar arti sabar itu.
Tunjukkan yang mana sabar dan yang mana kebodohan.
Ajarkan untuk tetap bertahan
Meski tak bahagia.
Atau tunjukkan jlan bahagia dan mengikhlaskan rasa.
Ajarkan agar tidak menyimpan dendam
Tidak mengingat apa yang mereka kerjakan.
Tidak berharap agar mereka dapat merasakan pedih tingkah yang mereka berikan
Biarkan diam ini
Biarkan mereka mlihat betapa banyak kesalahan ini.
Agar nantinya mereka sadar sendiri
Kesalahan mereka yang tak tau diri.
Hilangkan pedih ini
Hilangkan rasa sakit bertubi ini
Biarkan iyaaa hilang
Biarkan iyaa memudar
Agar tak terlalu banyak bergulat dengan benci.
Biarkan saja air yang akan membasuh api.
Jangan ditambah lg buruk dengan caci maki.
Jika ingin diberi pelangi
Tunjukkan kepada mreka yang telah tertutupi benci
Agar sadar dan melihat diri
Yang telah jauh terprangkap dengan dengki.
Abaikan kekecewaan hati, agar hidup tenang terbawa sendiri
Melanjutkan dengan cita tanpa pamrih
Yang akan mencari kebahagian yang hakiki
Yang jauh memiliki hati nurani.